Rabu, 21 Mei 2014

karma bersama segelas kopi pahit dingin

hey, aku kembali. kenapa kau tak bergeming?
aku kembali, ya aku kembali. untuk menarik perhatianmu lagi, kenapa kau masih diam?
berapa lama lagi kau akan mengacuhkanku yang berusaha menarik  perhatianmu ini?
hey... apa kau benar-benar tak melihatku? apa kau benar-benar pergi seperti yang kuminta dulu? menjauh dan menghilang dariku  dan jangan kembali
hey... aku tau kau disana. tapi apa kau benar-benar tak menyadari keberadaanku?
aku tidak jadi lebih baik dari yang dulu, tapi kulihat, sudah banyak perubahan di dirimu. apa karena itu kau enggan melihat ke arahku?
apa karena keangkuhanku dulu membuatmu malas berurusan lagi denganku?
setauku kau orang yang gigih, aku bahkan sampai bosan mengusirmu, bosan mereject  panggilanmu, bosan melihatmu muncul di facebook, twitter, bbmku.
ya, mungkin sekarang sudah terbalik, karena kata mereka karma itu ada

bagaimana aku mengabaikanmu dulu karena merasa tidak ada yang yang bisa aku banggakan darimu. bagaimana aku dulu melihatmu sebelah mata dan melihat segala kekuranganmu tanpa menyadari kelebihan-kelebihan yang kau punya, kelebihanmu bisa mencintai sepenuh hati yang tidak aku punya.

aku merasakannya sekarang, kesepian. ya karma itu benar-benar ada.
akan kunikmati karma ini, bagai segelas kopi hitam pekat yang pahit, ketika sudah dingin dan ingin kutambahkan gula apakah akan terasa manis?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar