Untuk PPS BRI, mungkin jalan saya bukan disana yang bahkan gagal dalam wawancara awal, dari sekitar 1600an peserta yang terpanggil mengikuti wawancara awal, sekitar 300an orang yang terpilih dan salah satu teman dekat saya diantaranya. Ya, saya sedikit kecewa, karena besar harapan saya untuk bisa lolos dalam rangkaian seleksi PPS. Tapi, saya hanya bisa berusaha dan berdoa, yang menentukan jalan saya mengarahkan saya ke jalan lain yang saya yakin itulah yang terbaik buat saya kelak. sampai sekarang saya masih pengangguran yang menunggu wisuda sambil nonton runningman, nonton film, baca novel, mendengarkan musik, nonton tv, sambil cari-cari lowongan kerja di internet dan apply secara online, namanya juga mencoba. saya masih mencari-cari penerimaan cpns kementerian, sejauh ini belum ada yang membuka rekrutmen sepertinya.
besok ada jobfair di kota saya, Yogyakarta. 21-22 Mei 2014 di JEC tepatnya, tapi teman saya mengajak datang tanggal 22 saja biar bisa bareng, karena dia ada acara tanggal 21. saya iyakan saja, kebetulan biar ada teman dan biar saya nggak celingak-celinguk sendiri nanti di sana, karena ini pengalaman pertama saya mendatangi jobfair, saya tidak punya gambaran bagaiman situasi di lokasi jobfair nantinya, seenggaknya kalau saya celingak-celinguk saya nggak sendiri.
saya masih galau dengan masalah pekerjaan selepas kuliah nanti, saya takut menjadi pengangguran, pengangguran sarjana lebih berat ketimbang penggangguran yang hanya lulusan SMA, begitu menurut saya, karena presure yang say terima akan lebih berat, orang-orang akan berkata, percuma sekolah tinggi-tinggi ujung-ujungnya nganggur juga, percuma sekolah tinggi-tinggi kerjaannya cuma begini saja. itu yang selalu saya pikirkan. saya harus dapat pekerjaan secepatnya, kalau bisa biar tidak ada kesempatan menganggur sama sekali setelah lulus kuliah, jadi selepas wisuda saya langsung kerja, seharusnya ini kesempatan yang baik buat saya, ada masa 3 bulan sebelum wisuda dilangsungkan dan saya punya kesempatan untuk apply kerja sana-sini. sehingga selepas wisuda kelak saya sudah tidak nganggur lagi, tapi masa 3 bulan ini cukup menggoyahkan hati saya untuk pulang ke kampung halaman tempat saya dibesarkan, ibu saya sudah berkali-kali menelpon menyuruh saya pulang untuk membantu usahanya di rumah, karena memang sedang kekurangan tenaga kerja, saya pikir lumayan sekali saya bisa pulang dirumah 3 bulan dan saya juga bisa bantu ibu, tapi kalau saya dirumah, akan pasif sekali karena saya tidak bisa melamar kerja disana sini, perusaan yang saya masukkan lamaran tentunya ada di pulau jawa, yang saya khawatirkan jikalau saya mendapat panggilan wawancara maka saya harus bolak balik ke sana untuk melakukan wawancara, iya kalau lulus, kalau tidak. sungguh sia-sia uang, waktu, keringat, usaha saya. saya masih bingung apakah harus pulang atau tetap di jogja dan melamar pekerjaan di berbagai perusahaan, andai semuanya bisa online saya rasa tidak akan sesulit ini. apa mungkin sebenarnya memang tidak sulit? hanya saya yang terlalu melebih-lebihkan? mungkin saja, karena kata teman saya, saya adalah orang yang panikan, tidak bisa tenang kalau sudah mengkhawatirkan sesuatu, padahal menurutnya hal itu tidak perlu ditanggapi seserius itu, saya akui saya memang orang seperti itu, saya panikan karena saya takut kecewa, saya takut hasilnya tidak seperti yang direncanakan, semua harus sempurna menurut saya, sekilas saya terlihat perfeksionis, tapi perfeksionis juga bukan kata yang tepat untuk melukiskan saya,
saya harap seiring berjalannya waktu saya menemukan jawaban atas kebingungan saya, apakah pulang atau tetap disini. saya berharap jobfair nanti membawa berita baik buat masa depan saya. amiiin yaa rabbal alamiin. saya berharap? tentu saja saya berharap, berap persen kemungkinan dari harapan saya terwujud urusan belakang, yang penting saya masih punya keberanian untuk berharap, karena demikianlah manusia hidup, berharap, berusaha, dan berdoa. setidaknya masih ada harapan, harapan itulah yang menemani saya, harapan membuat saya berani berusaha untuk mewujudkannya menjadi nyata :)
Semangat ya mbak Oyik, he..he...
BalasHapuseh long time no see mas
BalasHapus